Akan Repotkah Kita?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…jujur mengakui kesalahannya sendiri, bukan cuma berani menunjuk hidung teman-temannya?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…berani tampil menunjukkan apa yang telah ia pelajari, bukan jujur memberitahu bahwa tugas temannya belum selesai?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…rewel dan bawel ketika tugas-tugas sekolah tidak menantang pikiran kritis dan kreatifnya, bukan cuma bisa protes karena kebanyakan tugas?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…protes saat orangtuanya memberi uang yang tidak jelas asalnya, bukan cuma bisa rewel dan bawel ketika minta dibelikan mainan baru?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…sadar akan senangnya BELAJAR sebagaimana mereka sadar akan pentingnya BERMAIN?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…senang MAKANAN PENUH GIZI sebagaimana mereka senang LAGU PENUH CINTA?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…gemar MEMBACA karya sastra sebagaimana mereka gemar MENONTON film Hollywood?

Akan repotkah kita jika suatu saat nanti kita punya generasi siswa yang…suka akan GAMELAN tradisional sebagaimana mereka suka GAME-LAN bertemakan perang?

Perlu repot-repotkah kita mempersiapkan mereka?

Akan repotkah kita?

Aditya Dharma Jakarta, 30 Maret 2009

Advertisement
Explore posts in the same categories: Telaah

5 Comments on “Akan Repotkah Kita?”

  1. nisa felicia faridz Says:

    kepada siapa adit bertanya?
    kalau kepada saya, maka jawabannya:
    YA
    karena pasti saya duluan yang harus gemar GAMELAN
    saya duluan yang harus punya sikap dan nilai tanggung jawab
    dan kalau saya sudah percaya diri sekaligus rendah hati, maka mungkin akan lebih mudah, tidak se-merepotkan sebelumnya

    tetapi tetap repot loh!

    sebab “jangan mau BAGUS kalau mau GAMPANG… dan jangan mau GAMPANG kalau mau BAGUS”

  2. desiree Says:

    pasti repot!
    kalo jadi ortu… tapi ga punya duit!

    pasti repot!
    kalo jadi guru… tapi ga tau mo ngajar apa di hare gene!

    pasti repot!
    kalo ga bisa menej waktu… padahal kerjaan seabreg!

    pasti repot!
    kalo aku cuma bisa ngrengek… tapi ga kerja! :)

  3. sangadit Says:

    Sepakat Nisa dan Desiree…Super sekali!
    Guru itu pekerjaan-nya memang sederhana (simple) tapi gak gampang (easy)…gak perlu jadi profesor atau ahli nuklir utk jadi guru toh? Umumnya kerjaan yang bagus itu gak gampang. Jadi, kalo kerjaan kita gampang…kerjakan aja sebagus mungkin supaya kerjaan kita gak gampang dikerjakan orang lain…bingung? Hahahaha…

  4. agusampurno Says:

    Repot atau tidak, gimana cara memandangnya saja.
    jadi kelihatan merepotkan karena orang dewasa yang harusnya bertanggung jawab pada mereka, anak-anak kita.
    Lupa untuk meningkatkan kualitas diri.

    salam super buat semuanya.

  5. Zabownsqy Says:

    Ada penggalan kalimat yang amat menarik : Sadar akan SENANGNYA BELAJAR dan PENTINGNYA BERMAIN. Klop! Keduanya menjadi frasa yang wajib ditanamkan dalam jiwa kita para pendidik (=guru). Konsep joyful learning yang didengungkan sejak KBK, masih jauh panggang dari asap.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.