Guru dan Api Unggun
Dahulu, proses belajar seringkali diumpamakan sebagai gelas kosong yang diisi air. Volume gelas tidak mungkin dapat mengikuti volume air yang mengisinya… Oleh karena itu saat tuangan air dilakukan terus menerus, maka luapan airnya akan tertumpah dan membuat basah sekitar gelas, bahkan mungkin dapat membuat orang terjatuh karena tergelincir air luapan tadi.
Sekarang, proses belajar mungkin lebih baik jika diumpamakan sebagai api unggun. Sebuah proses bagaimana menjaga api unggun tetap menyala, menghangatkan dan menerangi sekitarnya, tidak membiarkannya liar membesar dan membakar sekitarnya…walaupun untuk itu tangan harus kotor dan berkali-kali terpercik api…
Dengan demikian peran seorang guru kini menjadi esensial dalam dunia yang sedang berbenah dan terus berubah. Barisan guru masa kini (= masa lalu) harus mampu membangun dan memimpin generasi masa depan agar mereka dapat memimpin pembangunan dunia masa depan yang lebih baik…
Sebuah puisi yang saya terjemahkan secara bebas dari Kevin William Huff mungkin dapat menggambarkan maksud saya di atas.
Mengapa Tuhan Menciptakan Guru
Ketika Tuhan menciptakan guru
Beliau memberi kita teman yang spesial
Untuk membantu kita mengerti duniaNYA
Dan sungguh-sungguh memahami
Keindahan dan keagungan
Atas segala sesuatu yang kita lihat
Dan menjadi pribadi yang lebih baik
Dalam setiap jengkal pengalaman
Ketika Tuhan menciptakan guru
Beliau memberi kita tuntunan yang spesial
Untuk menunjukkan pada jalan mana kita bertumbuh
Sehingga kita dapat memutuskan
Bagaimana menjalani hidup dan bagaimana berbuat
Memilih kebaikan daripada keburukan
Untuk memimpin kita supaya kita sendiri dapat memimpin
Dan belajar bagaimana menjadi tangguh
Mengapa Tuhan menciptakan guru
Dalam kebijaksanaan dan kasih NYA
Adalah untuk membantu kita belajar membangun dunia kita
Menjadi sebuah tempat yang lebih baik dan lebih bijak
Bersiaplah guru Indonesia…kebangkitan bangsa Indonesia di tangan Anda semua!

March 8, 2009 at 4:39 am
Setuju dengan melalui kejernihan pikiran seorng guru…kita bisa menjadi seorang murid yg mungki bisa lebih “mengena”
-NYA
September 25, 2009 at 1:48 pm
Salam kenal dari saya Pak Aditya. saya seorang guru mata pelajaran seni budaya, yang masih harus banyak belajar.
“….proses belajar…. Sebuah proses bagaimana menjaga api unggun tetap menyala, menghangatkan dan menerangi sekitarnya….” sebuah analogi yang sangat bagus Pak Adit. Semoga semua guru di Indonesia memiliki semangat menjaga nyala dan kehangatan “api unggun” itu.
Perjuangan yang berat.
October 27, 2009 at 1:54 am
so good … mampir bentar yo ….